Jumat, 14 Januari 2011

happy b'day my best fren

"memiliki sahabat adalah sebuah anugrah
dan menjadi sahabat adalah sebuah kehormatan"

Mungkin dihari yang berbahagia ini kau menerima banyak ucapan dan doa serta hadiah yang lebih berharga dari pada apa yang telah aku berikan padamu dan mungkin tengah berada dalam genggaman tanganmu kini.  Ingatlah selalu sahabatku, harta yang sebenarnya yang kau terima dihari bahagiamu ini adalah orang-orang yang memberikan hadiah-hadiah itu, bukan hadiahnya
Dan hadiah sesungguhnya yang aku berikan padamu adalah tulusnya persahabatan ku, yang sekarang juga menjadi milikmu, persahabatan kita!
Terima kasih pada-Nya yang telah menghadirkanmu kedunia ini & mempertemukan kita nyaris didetik terakhir hidupku
Terima kasih pada Ibu yang telah menjagamu dan mendidikmu dengan cinta kasih sehingga kau kini menjadi sahabatku yang sempurna.
Dan terima kasih untukmu atas kerendahan hatimu untuk menjadi sahabatku dengan semua masa lalu hitam, masa depan tak teraba dan rahasia-rahasiaku.
Tak ada yang terbaik untuk yang terbaik sepertimu.
Tapi semoga kau mendapatkan semua yang mendekati sempurna dalam hidupmu dalam segala hal.
Kita akan selalu melangkah bersama selama yang mungkin, dan akan selalu berdoa untuk satu sama lain.
Selamat ulang tahun, dan...berbahagialah!

kimi ni todoke

Jumat, 07 Januari 2011

jauh

Nggak tau berapa ribu mil aku terpisah dengan dia sekarang,
tapi aku yakin dia baik-baik aja karna aku selalu berdoa untuknya.
Merindukannya adalah pasti,
...walau...

Rindu yang terlarang-Mahkota band

Aku udah seribu kali dengarin lagu ini.
Asyik, dalem...

Jauh, jauh banget.
Bukan cuma sekedar jauh, tapi juga tanpa harapan.
"Hei, kamu yang disana
Kangen banget tau...!"

Rabu, 05 Januari 2011

"Bagaimana cara mengalihkan perasaan sedih/sakit, selain dengan cara menyakiti diri sendiri?!"

Ada yang bilang tajamnya minuman keras dapat mengalahkan tajamnya kesedihan.  Aku tak mencobanya untuk mengalihkan kesedihanku.  Aku masih tau batasan.  Walau aku tak tau apa ini dibolehkan; menyakiti diri sendiri untuk mengalihkan kesedihan.  Beruntung malam itu (dua malam yang lalu) siletnya tumpul dan aku tak tau harus menggantungkan kain dimana didalam kamar kost-ku (aku tak punya tali).
Sedih dan kesal melihat mereka yang mengira aku masih berupa 'keong', padahal sebenarnya aku cuma punya cangkang, dan entah bagaimana aku masih hidup sampai sekarang.  Hidup dari kenangan yang membuat aku tertawa dan menangis dalam waktu yang bersamaan.  Aku tau aku tak mungkin berharap arang berubah kembali menjadi dahan berdaun hijau.  Aku tau!
"Bagaimana cara mengalihkan perasaan sedih/sakit, selain dengan cara menyakiti diri sendiri?!"
Walau aku tau itu salah, tapi aku terus melakukannya.  Sampai tak ada tempat lagi dan...
cuma cara itu yang aku tau.  Saat rasa sakit dibagian tubuh yang ku sakiti begitu tak tertahankan, barulah rasa sedih atau rasa sakitnya bisa teralihkan.
"Waiting for the end to come
wishing I had strength to stand
this is NOT what I had planned
it's out of my control"

Jumat, 31 Desember 2010

Goresan akhir tahun, tanpa terompet atau nyala kembang api

Dalam hitungan jam lagi, tahun 2010 akan segera berganti menjadi tahun 2011.  Ada banyak cerita suka terutama duka yang menyertai aku sepanjang tahun ini.  Padahal sebelumnya ku pikir  tahun terburukku adalah tahun 2006 saat orang yang ku samgka akan mengimami-ku dunia-akhirat kembali kepada-Nya tanpa ku duga sama sekali.

Waktu mengalir kadang terasa cepat, kadang terasa lambat.  Terasa cepat kala aku sedang bahagia, dan terasa sangat lambat saat aku sedang sendiri dan bersedih.  Itulah kehidupan. Orang-orang dengan berbagai 'label' datang silih berganti dalam hidupku; teman, pacar, sahabat, teman kerja dan sebagaimnya.  Tapi tak ada satupun yang bertahan sampai dengan detik pergantian tahun ini. Aku melewatinya sendiri didepan monitor beku.

Tahun 2010 adalah tahun terberat (selain tahun 2006) bagiku. Aku kehilangan SEMUA yang aku miliki; keluarga, sahabat, teman, pekerjaan, harga diri, masa depan, nama baik, mimpi, bahkan harapan juga semangat hidup.

Sangat ajaib, ternyata walau kehilangan segalanya (nyaris kehilangan diriku sendiri juga) diawal tahun 2010, tapi tenyata aku sanggup bertahan sampai ke penghujun tahun berat ini. Bertahan sendiri dengan rasa sakit tanpa ada yang benar-benar bisa mengerti.  Tak mungkin ada yang bisa mengerti, bagaimana mungkin ada yang bisa mengerti, bahkan tak ada satu orangpun yang benar-benar mengenali siapa aku.

Aku mengelilingi separuh negri ini, membawa diri, tanpa tujuan. Lari...
Aku berharap bisa menetap disuatu tempat, bisa diterima disuatu tempat atau akan ada seseorang yang akan menahanku disuatu tempat hingga aku tak harus pergi lagi, mencari sesuatu yang aku bahkan tak tau apa.  Tapi itu tak pernah terjadi.

Aku terus berjalan dan berjalan dari satu kota ke kota lain, menyebrang dari satu pulau ke pulau yang lainnya.  Membuat kenangan dengan orang-orang yang pada akhirnya (lagi-lagi) aku tinggalkan.  Tak ada satupun yang benar-benar menahanku ketika akhirnya aku pergi dari suatu tempat untuk pergi ke tempat yang lainnya. Padahal sesungguhnya aku sudah terlalu lelah dan sangat ingin bisa menetap dan mulai untuk mempersiapkan akhir.

Aku melihat pemandangan-pemandangan alam yang indah selama setahun ini.  Pantai-pantai yang sempurna, gunung-gunung, barisan bukit, lembah juga adat yang berbeda-beda disetiap tempat yang aku kunjungi.  Sering aku tertawa dan menangis dalam satu waktu selama petualanganku setahun ini.  Dari sekian banya tiket perjalan yang aku beli dan aku kumpulkan, tak ada satupun yang menjadi tiket terakhirku, paling tidak sampai saat ini. aku selalu membeli tiket untuk datang, dan kembali membeli tiket untuk pulang, tapi bukan pulang ke rumah.
Negri ini memang sangat kaya, aku beruntung bisa melihat langsung sebagian darinya.  Penduduknyapun ramah dan bertangan terbuka, paling tidak terhadap aku yang sangat tidak jelas asal usulnya ini bagi mereka.
Sering kali saat berada disuatu tempat ada yang bertanya padaku: "Asalnya dari mana, disini tinggal sama siapa, ngapain disini?", lalu saat aku menjawab aku datang dari tempat yang tidak tergambar dalam peta Indonesia, aku hanya melihat-lihat disana dan aku tak punya siapa-siapa disana, mereka langsung mengerutkan kening.  Setahun ini aku sudah terbiasa dianggap aneh, tak jelas, atau yang lebih halusnya misterius.

Aku pernah berada disuatu pulau yang sangat indah.  Terindah nomor dua setelah tempat asalku. Aku sangat ingin bisa menetap dan berakhir disana, tapi sayang...lagi-lagi aku tak bisa, lagi-lagi aku harus pergi dan lagi-lagi tak ada yang benar-benar menahanku selain diriku sendiri, dan tak berhasil.  Aku memiliki banyaaak kenangan selama berada disana.  Aku memiliki sahabat, adik, teman-teman bahkan keluarga baru yang sangat berharga bagiku setelah sekian banyak kehilangan yang terjadi dalam hidupku sepanjang tahun ini.  Aku pikir aku telah menemukan, tapi......sakit!  Seharusnya aku memang tak boleh memiliki seseorang atau bahkan walau cuma sekedar harapan atau mimpi.  Karena aku terlalu sering kehilangan.  Tak mungkin akan ada yang akan hilang 'kan bila aku tak memiliki apapun?!

Aku menahan diri untuk tak kembali ke tempat itu, sampai detik ini aku berhasil, walau sangat sulit.  Aku mendatangi ibu kota negri ini, berkeliling jawa tengah dan jawa barat sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menetap (sementara) disini.  Aku suka kota ini, sejuk.  Aku harap dia bisa menyejukkan hatiku, walau sampai detik ini dia belum berhasil.  Sepertinya dia masih punya banyak waktu untuk berusaha menyejukkan hatiku, karena aku belum memutuskan akan kemana setelah dari sini.  Dan sepertinya harapanku untuk segera 'berakhir' pun belum akan Dia kabulkan.

Ada tiga orang yang sangat berarti bagi hidupku, selain keluargaku, mengatakan hal ini padaku, dulu.  Tapi sampai sekarang aku tak pernah melupakannya
-Rionaldy : kamu tak akan pernah bisa melupakan aku, karena aku juga tidak akan bisa
-Green : kamu orang yang mampu merubah orang lain, aku salah satunya
-Ryant : kamu spesial

Aku tak pernah melupakan mereka, terutama yang terakhir.
"mungkin aku bukanlah tulang rusukmu yang hilang dan selama ini kau cari
tapi aku ingin menjagamu selayaknya tulang rusukmu sendiri
yang akan melindungi jantungmu, hatimu dan semua organ penting ditubuhmu
saat kau mungkin terjatuh atau mulai melemah
aku melakukannya dengan tulus
karena memang itulah tugas dari tulang rusuk"


Selamat tinggal tahun 2010, aku tak mungkin melupakan satu haripun yang ada dalam tahun ini. 53 minggu yang berganti bagai mimpi hitam dan putih.  Selamat datang tahun 2011.  Aku menunggu 'kejutan' apa lagi yang akan datang padaku ditahun ini.  Tak sabar rasanya ingin tau akhir dari kisahku yang panjang dan sepi ini.  Apapun, selamat tahun baru. Harapanku hanya satu, aku hanya ingin menjadi layak untuk dicintai dan disayangi seumur hidupku tanpa melihat siapa aku.

"cawan-cawan takdir yang nyaris tandas..
tertumpah habis oleh getirnya hidup yang tak bersahabat
berharap hujan akan menyambangi
atau mungkin sekedar gerimis
tak disangka panas menahun
retak sudah ia kini
dan jadi percuma meski kelak hujan menghampiri"

Kamis, 30 Desember 2010

Kosong..kosong..kosong...!

menikmati semua rasa ini sendiri,
dan kebanyakan adalah rasa sakit..
..tanpa ada tempat berbagi

Rabu, 29 Desember 2010

Hidup Tim Garuda !!!

Berhubung hari ini mau nonton bola, jadi cuma bisa nulis:
-hari ini aku bT
-hari ini sama kayak hari kemarin
-hari ini juga hujan
Semoga Indonesia menang besaaaaaar, amin !!!

Selasa, 28 Desember 2010

Kota sejuk yang belum dapat menyejukkan

28 Des 1 tahun yang lalu...
Berbeda dg sekarang.  Sekarang aku udah kayak orang-orang Sudan yang lagi tertimpa bencana kelaparan.  Aku nggak kelaparan, cuma sedikit mirip mereka, hee..
Aku bahkan nggak berani keluar kost tanpa pake sweeter, bukan cuma karna dingin, tapi juga karna aku semakin ngilang.  Dulu aku nggak kayak gini.  Ya dulu, sebelum 1 tahun yang lalu.  Sekarang udah nggak ada lagi yang tersisa, sama sekali.  Bahkan walau cuma harapan atau mimpi.  Pernah dengar cerita tentang peti Pandora? Peti Padora aku nggak ada isinya, ha..ha..ha...
Padahal seharusnya kan isinya harapan, tapi harapanku udah nguap, tercecer ditempat-tempat yang udah aku singgahi selama setahun terakhir ini.  Aku ingin kembali, tapi tak mungkin.  Aku ingin menetap, tapi tak tau dimana.  Mengerikan memiliki hidup tanpa tujuan ternyata (juga tanpa orang yang mengenali kita).
Kalau ada yang nanya, apa yang aku mau sekarang?  Aku udah nggak tau mau bilang apa.
Mati, kayaknya itu yang paling aku inginkan sekarang, dan memang itu satu-satunya yang aku butuhkan. Ngisi hari-hari dengan diam tanpa bicara dengan normal dan tanpa kenal siapapun rasanya sangat mengerikan, nggak heran kalau kematian adalah permintaan yang wajar untuk aku sekarang.
Hari ini setahun yang lalu, mengubah hidup aku selamanya.
Tentang Dark teman baruku, tadi dia cerita gini;
"seseorang dekat sama aku paling-paling karena dia kasian sama hidup aku, aku nggak butuh rasa kasian mereka"
Hey, Dark! Sama, aku juga nggak butuh rasa kasian dari siapapun.  Aku rasa kita bisa berteman, karena kita sama-sama kurang beruntung, tapi paling tidak kita bisa dekat bukan karena saling merasa kasian.  Simpan rasa kasian untuk diri kita masing-masing okey, Dark?! :)
Tadi malam aku hampir mengemis karna nahan rindu pada sahabat lama, aku nggak akan pernah ngelakuin hal itu lagi seumur hidup aku.  Walau dia tetap sahabat aku sih.
Ehm tadi sore ngobrol sama temen qu yang baik itu lho.  Kangen bgt sama kamu! :(
Malam ini kayaknya nggak ujan, tapi nanti subuh nggak janji deh.  Aku pengen pulang ke kost secepatnya dan dengerin 'Tentang Jen'